Info Lain-lain Terbaru

Ini Capaian PAM Tirta Kamuning Dibawah Pimpinan Dr Ukas Suharfaputra, Laba Naik 38,61%, PAD 64,7%

LIPUTAN KUNINGAN- Tak Terasa sudah tiga tahun Dr Ukas Ukas Suharfaputra memimpin Perumda PAM Tirta Kamuning. Dalam tulisan kali ini akan dibahas bagaimana pencapain yang sudah diraih.

Dr Ukas yang merupakan Mantan Kadis Pertanian Kuningan itu, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur di PAM Tirta Kamuning pada 8 November 2022. Lalu, pada 25 September 2023 dilantik sebagai Direktur Definitif PAM Tirta Kamuning.

Dalam kurun waktu ± 3 tahun dibawah kepemimpinan Dr. Ukas Suharfaputra MP, PAM Tirta Kamuning mengalami loncatan positif yang signifikan dalam banyak hal. Hal ini bisa dibutikan hasilnya berdasar data Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP).

Hasil dari BPKP pendapatan perusahaan naik 13,8% atau semula Rp58,46 miliar tahun 2021, naik menjadi 66,53% Tahun 2024. Tentu pencapain ini menjadi modal berharga untuk mambawa PAM ke arah lebih maju.

Paparan data kinerja periode 8 November 2022 hingga 25 November 2025, indikator kesehatan
perusahaan terlihat jelas dari sisi pendapatan dan efisiensi biaya sebagai berikut.

Pendapatan Perusahaan tercatat naik 13,8%, dari Rp 58,46 miliar pada 2021 menjadi Rp 66,53
miliar di tahun 2024. Kenaikan pendapatan ini dibarengi dengan efisiensi biaya operasi.

Untuk biaya operasional sendiri mampu ditekan hingga 4.4 persen dari semula Rp21,824 miliar pada tahun 2021 turun menjadi Rp20,855 miliar tahun 2022.

Sementara profitabilitas laba dan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan setiap tahunnya yakni tahun 2021 Rp5,007 miliar PAD Rp1,939 miliar. Lalu, tahun 2022 laba Rp5,343 miliar PAD Rp2,303 miliar.

Selanjutnya, pada tahun 2023 laba Rp6,038 miliar bisa menghasilkan PAD Rp1,885 miliar. Berlanjut pada tahun 2024 laba Rp6,680 miliar dan PAD Rp2,321 miliar, terakhir tahun 2025 laba Rp6,940 PAD kembali naik Rp2,586 miliar.

“Artinya, terjadi kenaikan laba 38,61%, juga terjadi kenaikan PAD hingga 64,7%,” ujar Ukas kepada wartawan Selasa (17/12/2025)..

Pada kesempatan itu, Ketua IPSI Kuningan itu mengatakan, mengenai terjadinya penurunan PAD tahun 2022-2023 dari Rp2,303 miliar menjadi Rp1,885 miliar. Hal itu bukan karena terjadinya penurunan laba atau kinerja, tapi lebih karena adanya kebijakan pemerintah pusat yang menaikan PPH Badan.

Hal ini kata dia, sesuai pasal 17 ayat 1 bag. B UU No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan,
yang diberlakukan mulai 1 Januari tahun 2022, dimana, untuk wajib pajak yang pendapatan
brutonya di atas Rp50 miliar, maka pajak badannya dari 11% naik menjadi 22%. Tidak lagi bisa menerima fasilitas keringanan pajak.


“PAM Tirta Kamuning telah bisa melampaui pendapatan di atas 50%. Maka akibatnya pajak
badan yang diambil dari laba meningkat dari 11% menjadi 22% dari laba. Karena bagian yang
disetorkan untuk pajak naik, maka akibatnya juga bagian yang disetorkan untuk PAD mengalami
penurunan. Ini dialami oleh semua PDAM di seluruh jagat raya yang pendapatannya menembus
di atas Rp50 miliar,” sebutnya lagi..

Untuk PAM Tirta Kamuning penurunan PAD hanya berlangsung di tahun mulai penerapan
kebijakan pajak pusat tersebut. Pada tahun-tahun selanjutnya, kontribusi PAD PAM Tirta
Kamuning kembali mengalami peningkatan, karena kemampuan menghasilkan labanya juga
terus meningkat signifikan

Pada kesempatan itu, Ukas juyga menyampaikan pencapaian yang sudah dicapi selama ia menjabat Direktur PAM Kuningan yaitu BPKP mencatat hasil evaluasi kinerja PAM Tirta Kamuning yang terus meningkat.

Hal ini terbukti dari skor hasil audit BPKP lengkap dengan kriteria BPP SPAM sebagai berikut Tahun 2021 skor 3,60, Tahun 2022 skor naik 3,70, Tahun 2023 skor naik 3,76. Lalu, Tahun 2024 kembali naik skor menjadi 3,81. Tentunya dengan catatan kriteria/kategori SEHAT.

“Dampak dari kiner meningkat adalah terjadi peningkatan skor kinerja hingga 21%. Ini tentu merupakan hasil kerja keras,” tandasnya.

Sementara itu, cakupan layanan (jumlah sambungan langganan) juga mengalami peningkatan, dimana tahun 2021 sebanyak 52.443 SL, tahun 2022. sebanyak 55.338 SL.Lalu, tahun 2023 sebanyak 55.338 SL, tahun 2024 sebanyak 55.748 SL dengan kata lainn terjadi peningkatan jumlah sambungan layanan hingga 6,30%

Mengenai jumlah sumber air baku atau debit air juga kata Ukas ikut meningkat, selama tahun 2023-2024,
terjadi penambahan debit dari sumber air baku baru. yakni mata air Cijalatong Cipari = 21,46 Liter/detik. Lalu, mata air Cibangir Cipari = 35,38 liter/detik, mata air Cilukutuk Cileuleuy = 10 liter/detik, dan mata air Curug Mangkok Cisantana = 50 liter/detik.

“Jadi Total Penambahan Debit mencapai 116,84 liter/detik. Hal ini tentunya akan berdampak kepada tingkat cakupan pelayanan air minum di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Diakhir keterangan, Ukas juga mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pelayanan dengan memasang sambuungan baru, dengan mata air baru. Sebab, ingin menargetkan bisa mencapai 70 ribu SL alias sambungan layanan.(red)

Related posts

Mutiara Pagi Selasa 23 September 2025, Manusia Tidak Akan Saling Memahami Sampai Mereka Merasakan Derita yang Sama

Redaksi

DPC PDIP bareng TMP Kuningan Tanam Ratusan Pohon, Peringati Ultah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri

Redaksi

Maafkan Aku Ya Allah, Terkadang Untuk Istiqomah Dijalanmu itu Susah Bagi Pendosa Sepertiku, Ini Jadwal Sholat Wilayahn Kuningan Selasa 2 Desember 2025

Redaksi

Leave a Comment