Info Insiden Terbaru

Kemenag Kuningan Berduka

LIPUTAN KUNINGAN – Bukan hanya keluarga, tetangga di Perum Alam Asri Desa Gereba Kecamatan Kramatmulya dan tempat sekolah  Muhammad Althafaridzi (Altaf) yang ikut berduka atas kematian bocah berumur tujuh tahun itu, namun pihak Kemenag Kuningan merasakan hal yang sama.

Melalui unggahan di medsos milik Kemenag Kuningan, ungkapan belasungkawa pun disampaikan kepada keluarga korban. Ternyata, korban merupakan anak dari Iing Hilman Farihin yang merupakan Penyuluh Agama KUA Kecamatan Sindangagung.

Meninggalnya Altaf juga membuat warga sekitar dan teman serta para guru di tempat sekolah merasa kehilangan. 

Altaf selama ini dikenal sebagai sosok cerdas dan juga sholeh, sehingga banyak merasa kehilangan dan banyak yang tidak percaya akan pergi secepat itu. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Altaf hanyut terbawa arus ketika bermain di depan rumahnya. Berdasarkan versi BPBD Kuningan, menurut Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, bocah 7 tahun  itu hilang karena terbawa hanyut usai terjatuh ketika akan mengambil bola di saluran  air  yang tidak jauh dari  rumahnya.

Insiden hanyutnya  siswa  kelas 2 SD  yang tinggal  di   Jalan Kemiri nomor 31 itu terjadi pada pukul 13.00 WIB. Pihak BPBD Kuningan langsung melakukan pencarian dan baru ditemukan pada pukul 15.30 WIB.

Sementara itu berdasarkan versi Kepala UPT Damkar Kuningan, hasil dari keterangan tetangga korban pada Kamis siang korban bersama dengan teman-temanya  tengah bermain serodotan di parit Perum Alam Asri bersama Ibam dan Irel. Setelah dua kali naik turun parit korban akhirnya hanyut terbawa arus kencang karena hujan turun sangat deras.

Setelah dilakukan pencairan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Damkar, masyarakat, aparat desa dan kecamatan dan keluarga selama 2,5 jam, akhirnya Muhammad Althafaridzi (Altaf)  ditemukan. Namun, sayangnya bocah berusia 7 tahun itu sudah meninggal dunia.

ketika ditemukan pertama kali oleh petugas pada pukul 15.30 WIB di aliran sungai di Desa Cikubangsari Kecamatan Kramatmulya. Jenazah bocah  yang baru duduk di kelas 2 dibangku SD itu tersangkut di bebatuan.

Menurut Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah SE, lokasi jenazah  berjarak 6 Km dari titik pertama yang terletak di Jalan Kemiri nomor 31 Perum Alam Asri.Korban sendiri dinyatakan hilang pada Kamis  pukul 13.00 WIB.

Dari keterangan tetangga korban pada Kamis siang korban bersama dengan teman-temanya  tengah bermain serodotan di parit Perum Alam Asri bersama Ibam dan Irel. Setelah dua kali naik turun parit korban akhirnya hanyut terbawa arus kencang karena hujan turun sangat deras.

“Pasca ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka. Yang menjadi hambatan tim gabungan melakukan evakuasi adalah   arus sungai deras, luasan dan kedalam sungai, serta sulitnya akses dan jangkauan lokasi,” tandas Andri lagi.

Pihaknya berharap dari insiden ini para orang tua bisa lebih waspada mengawasi anak-anaknya supaya tidak bermain disekitaran sungai ketika turun hujan, karena dapat mengakibatkan terbawa sungai.

Sebelumnya,  dari keterangan pihak BPBD Kuningan, bocah 7 tahun bernama Muhammad Althafaridzi (Altaf) hilang karena terbawa hanyut ketika ia terjatuh ketika akan mengambil bola di saluran  air  yang tidak jauh dari  rumahnya.

Insiden hanyutnya  siswa  kelas 2 SD  yang tinggal  di   Jalan Kemiri nomor 31 itu terjadi pada pukul 13.00 WIB, Kejadian ini membuat geger warga sekitar dan warga langsung  melaporkan kejadian ini kepada pihak BPBD Kuningan.

Pihak BPBD sendiri langsung menerjunkan tim bersama dengan aparat desa, warga sekitar, TNI, Polri, Damkar melakukan pencarian dari titik nol. Lalu, di gorong-gorong disaluran air serta menyusuri aliran air sampe Desa Padarek Kecamatan Kuningan.

“Untuk memudahkan pencarian kami bagi  tim  menjadi beberapa tim, hingga saat ini belum ditemukan dan pencarian terus berlanjut,” ujar Kalak BPBD Kuningan Indra Bayu Permana yang langsung memimpin pencarian bocah hanyut tersebut.(red)

Related posts

Kalau Ingin Terwujud, Jangan Malas Bersujud, Ini Jadwal Sholat Wilayah Kuningan Kamis 9 Oktober 2025

Redaksi

borong 30 medali, PASI Kuningan Juara III Kejurda Atletik Champhionship

Redaksi

Dimulai Kamias 12 Juni 2025, Proton FC Kuningan Jadi Wakil Jabar di Liga Nusantara Seri-1 Nasional

Redaksi

Leave a Comment