Info Islami Opini

Siap-siap Jemput Lailatul Qadar

LIPUTAN KUNINGAN- Lailatul Qadr tidak datang kepada mereka yang lalai. Salah satu cara yang diajarkan Rasulullah Saw untuk menjemput kemuliaan malam tersebut adalah dengan melakukan i’tikaf di masjid.

Rasulullah Saw sendiri memberikan teladan yang sangat jelas dalam hal ini. Sepanjang hidup beliau di Madinah, setiap Ramadan tiba pada sepuluh hari terakhir, beliau memperbanyak ibadah dengan melakukan i’tikaf.

Hal ini diriwayatkan oleh Aisyah ra dalam hadis yang sangat masyhur:

Ų£ŁŽŁ†ŁŽŁ‘ Ų§Ł„Ł†ŁŽŁ‘ŲØŁŁŠŁŽŁ‘ ŲµŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ł‰ Ų§Ł„Ł„Ł‘Ł°Ł‡Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ł…ŁŽ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ ŁŠŁŽŲ¹Ł’ŲŖŁŽŁƒŁŁŁ Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŽŲ“ŁŽŲ±ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŽŁˆŁŽŲ§Ų®ŁŲ±ŁŽ مِنْ Ų±ŁŽŁ…ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų­ŁŽŲŖŁŽŁ‘Ł‰ ŲŖŁŽŁˆŁŽŁŁŽŁ‘Ų§Ł‡Ł Ų§Ł„Ł„Ł‘Ł°Ł‡ŁŲŒ Ų«ŁŁ…ŁŽŁ‘ Ų§Ų¹Ł’ŲŖŁŽŁƒŁŽŁŁŽ Ų£ŁŽŲ²Ł’ŁˆŁŽŲ§Ų¬ŁŁ‡Ł مِنْ ŲØŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁŁ‡Ł
(Ų±ŁˆŲ§Ł‡ مسلم)
ā€œSesungguhnya Nabi saw. selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.ā€ (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa i’tikaf merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Rasulullah saw. Bahkan, beliau melakukannya secara terus-menerus hingga akhir hayatnya. Setelah beliau wafat, para istri Nabi pun tetap melanjutkan amalan tersebut.

Menariknya, i’tikaf tidak harus dilakukan dalam waktu yang panjang. Para ulama memang memiliki perbedaan pendapat mengenai lamanya waktu i’tikaf. Ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa i’tikaf dapat dilakukan dalam waktu yang singkat tanpa batasan tertentu. Artinya, seseorang dapat beri’tikaf meskipun hanya sebentar selama ia berada di masjid dengan niat ibadah. Sementara itu, ulama mazhab Maliki berpendapat bahwa i’tikaf minimal dilaksanakan selama satu hari satu malam.

Dari berbagai pandangan tersebut dapat dipahami bahwa i’tikaf memiliki kelapangan dalam pelaksanaannya. Seseorang boleh melakukannya selama satu jam, dua jam, atau beberapa jam di masjid untuk memperbanyak ibadah. Tentu saja lebih baik lagi jika dapat melaksanakannya dalam waktu yang lebih lama, bahkan sepanjang sepuluh hari terakhir Ramadan sebagaimana teladan Rasulullah saw.

Tempat pelaksanaan i’tikaf pun telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, yaitu di masjid. Allah Swt berfirman:

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŲØŁŽŲ§Ų“ŁŲ±ŁŁˆŁ‡ŁŁ†ŁŽŁ‘ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁ†Ł’ŲŖŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŲ§ŁƒŁŁŁŁˆŁ†ŁŽ فِي Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ³ŁŽŲ§Ų¬ŁŲÆŁ Ū— ŲŖŁŁ„Ł’ŁƒŁŽ Ų­ŁŲÆŁŁˆŲÆŁ اللّٰهِ ŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŁ‚Ł’Ų±ŁŽŲØŁŁˆŁ‡ŁŽŲ§
ā€œJanganlah kamu mencampuri mereka (istri-istrimu) ketika kamu sedang beri’tikaf di dalam masjid. Itulah batas-batas Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.ā€ (QS. al-Baqarah [2]: 187)

Ayat ini menunjukkan bahwa i’tikaf merupakan ibadah yang memang dilakukan di masjid. Para ulama kemudian berbeda pendapat mengenai jenis masjid yang paling utama untuk i’tikaf. Sebagian ulama, seperti dari kalangan Hanafiyah, berpendapat bahwa i’tikaf dapat dilakukan di masjid yang memiliki imam dan muazin tetap. Sementara ulama Hanabilah berpendapat bahwa i’tikaf sebaiknya dilakukan di masjid yang biasa digunakan untuk salat berjamaah.

Dalam praktiknya, banyak ulama juga menganjurkan agar i’tikaf dilakukan di masjid jami’, yaitu masjid yang digunakan untuk salat Jumat. Hal ini bertujuan agar orang yang beri’tikaf tidak perlu keluar dari masjid ketika tiba waktu salat Jumat.

Pada akhirnya, i’tikaf adalah kesempatan yang sangat berharga. Ramadan hanya datang setahun sekali. Sepuluh malam terakhirnya bahkan lebih singkat lagi. Karena itu, tidak ada alasan untuk melewatkannya tanpa upaya yang sungguh-sungguh.

Jika belum mampu i’tikaf sepuluh hari penuh, datanglah ke masjid walau hanya satu atau dua jam. Duduklah sejenak di rumah Allah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.

Penulis:

Menjemput Lailatul Qadr dengan I’tikaf di Masjid

Oleh : Asep Kamaludin
(Kasi Trantibum kecamatan Sindang Agung)

Related posts

Tahun-Tahun Sebelumnya 2-4 Kali Lebih Banyak, Bagikan 25 Roda Dua Bagi Desa Berprestasi PBB Bukan Gebrakan Seratus Hari Kerja

Redaksi

Indra Pertanyakan Anggaran Kompetitif Bankeu Pemprov Di Diskatan Tidak Diserap

Redaksi

Hari Pertama GPM di Desa Seda Ludes Diborong Warga

Redaksi

Leave a Comment