LIPUTAN KUNINGAN– Bertempat di sebuah aula yang ada di Kebun Raya Kuningan Desa Padabeunghar, Selasa (6/1/2026) pagi, Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar melakukan mutasi. Total ada 150 pejabat yang terkena mutasi dan rotasi.
Dari nama-nama yang yang dilantik banyak yang menjadi rising star pada mutasi kali pertama era Bupati Dian dan Wabup Tuti khusus pejabat eselon 3 yang ada di lingkup Pemkab Kuningan.
Banyak pejabat yang tersenyum sumringah karena mendapat jabatan yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Tidak sedikit yang terpaksa harus tetap terus tersenyum meski tersenyum kecut karena dipindahkan.
“Pelantikan hari ini bukan berdasarkan preferensi lain, tetapi murni karena profesionalisme, kelayakan rekam jejak dan kinerja. Ini hasil kajian Tim Beperjakat, rekomendasi gurbernur, insipektorat provinsi hingga pertimbangan teknis BKN,” ujar Bupati Kuningan.
Sementara itu, dari beberapa pejabat yang ditemui oleh kuninganoek.com menerima hasil mutasi, karena sebagai ASN harus siap ditempatkan dimana saja. Terkait faktor puas dari hasil mutasi kembali kepada diri masing-masing.
“Saya mah enjoy saja, karena dimana pun ditempatkan selalu siap. Ingat sudah menjadi pejabat eselon tiga pun harus disyukuri karena tidak semua ASN jadi pejabat,” ujar salah satu pejabat yang terkena mutasi.
Di tempat berbeda, ketika melihat teman satu angkatan karirnya melejitnya, pejabat tersebut mengaku, harus tahu diri. Sebab, untuk naik jabatan banyak faktor. salah Satunya harus punya orang dekat.
“Jangan menutup mata, kalau lihat nama-nama yang ada di draf dan karirnya melejit, semua juga pasti pasti tahu siapa mereka. Intinya jangan baper?” ujar pejabat lainnya ketika dikonfirmasi kenapa tidak ikut dilantik.
Dari data mutasi, para pejabat yang karir terbilang melesat adalah Supriadi yang kini menjabat Kabid Informasi Kepegawaian,Pengadaaan Pemberhentian dan Fasilitasi Profesi ASN BKPSDM. Lalu, Nana Suhendra Kabid Informasi dan Komunikasi dan Informatika.
Selain itu juga ada nama Sri Mulyati SPd MMPd menjadi Kabag Umum Setda Kuningan yang menggantikan posisi Hj Eva Nurafifah yang kini menjabat Sekdis Lingkungan Hidup. Sri awalnya adalah seorang Guru Bantu Sementara (GBS).
Karirnya melejit setelah diangkat PNS dan promosi menjadi menjadi kasi. Kala itu perpindahan dari fungsional ke struktural menjadi sorotan tajam karena Kuningan kekurangan tenaga pendidik.
Disaat ada yang karirnya cemerlang, sebaliknya Apep Kusmara diturunkan menjadi pelaksana Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan. Awalnya adalah Sekdin. Hal ini tidak terlepas dengan kasus yang menimpanya yang ditangani oleh Polda Jabar.  (red)   Â
<iframe src="https://drive.google.com/file/d/1Gi9RxipKN2uTKHwVirR8O13DhbXhAynK/preview"width="640" height="480" allow="autoplay"></iframe>
