KUNINGGAN – Satpol PP Kuningan langsung bergerak pasca ada aduan dari masyarakat. Pada Rabu (9/4/2025) melakiukan penyisiran kos-kosan di Jalan Raya Cirendang Gunungkeling. Razia kos-kosan ini dilakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga 16.15 WIB.
Dari hasil yang melibatkan belasan anggota Satpol PP, terjaring 23 orang dengan rincian 11 pasangan dan 1 pemilik kosan. Setelah diangkut ke Kantor Satpol PP Kuningan 1 pasangan bisa menunjukan legalitas pernikahan.
Sementara itu yang 10 pasangan yang bukan muhrim mendapatkan sanksi denda administrasi sebesar Rp250 ribu per orang. Mereka sebelumnya diberikan arahan dan pembinaan oleh Kepala Satpol PP Kuningan Agus Basuki di aula kantor.
- Sabtu 18 April 2026 PLN Kuningan Kembali Melakukan Pemadaman Listrik
- Jumat 17 April 2026, Acara Bupati Ada di Dua Tempat, Wabup Kuningan Hadiri Rakor MBG dan Stunting
- Mau Perpanjang SIM? Jumat 17 April 2026 Mobil Keliling Ada di Kecamatan Sindangagung
- Jumat 17 April 2026 Mobil Samsat Keliling Kuningan Ada di Tiga Tempat
- Mutiara Pagi Jumat 17 April 2026, Berdoalah Sebanyak Mungkin Meski Tampaknya Mustahil Bagimu, Namun Tak Ada yang Mustahil Bagi Allah, Allah Membuat yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin
Menurut Agus yang didampingi Sekretaris Satpol PP Indra Ishak dan Kabid Gakda Hendrayana, pihak pemerintahan kelurahan pun dipanggil agar mereka mengetahui kegiatan yang ada di wilayahnya.
“Kami bergerak setelah ada laporan dari masyarakat yang diduga kosan digunakan tempat open BO atau tempat berbuat asusila,” ujar Agus, Kamis (10/4/2025).
Diterangkan, kosan tersebut ternyata disewakan kembali sebesar Rp30 ribu/jam yang digunakan untuk perbuataan asusila. Lalu, untuk pemilik kosan dibuatkan surat pernyataan tidak akan menyewakan kos lagi kepada pasangan bukan muhrim.
“Pemilik kosan siap menutup usaha apabila hal tersebut terulang kembali dan mendapatkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.
Pasca membayar denda dan surat perjanjian, 10 pasangan itu disuruh pulang dan diminta tidak melakukan tindakan yang sama. Kebanyakan dari mereka adalah pasangan mudi-mudi yang tengah dimabuk asmara.(rdk)
