LIPUTAN KUNINGAN-Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menjadi Pembina Apel Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Uji Simulasi Bencana di Desa Paninggaran Kecamatan Darma, Kamis (10/07/2025)
Turut hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, kepala dinas sosial Kuningan, Kalak BPBD Kuningan, TNI Polri, Forkompimcam serta para stakeholder terkait.
Hasatama Hikmah selaku ketua Pokja kesiap siagaan mitigasi menyampaikan kampung siaga bencana atau penanggulangan bencana ini adalah wajah, Baik itu wajah di tingkatan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota. ini tidak hanya sebatas pada program semata tetapi juga sebuah gerakan bersama. seluruh elemen dari tingkatan pemerintah ataupun di luar pemerintah dan swasta.
- Sabtu 18 April 2026 PLN Kuningan Kembali Melakukan Pemadaman Listrik
- Jumat 17 April 2026, Acara Bupati Ada di Dua Tempat, Wabup Kuningan Hadiri Rakor MBG dan Stunting
- Mau Perpanjang SIM? Jumat 17 April 2026 Mobil Keliling Ada di Kecamatan Sindangagung
- Jumat 17 April 2026 Mobil Samsat Keliling Kuningan Ada di Tiga Tempat
- Mutiara Pagi Jumat 17 April 2026, Berdoalah Sebanyak Mungkin Meski Tampaknya Mustahil Bagimu, Namun Tak Ada yang Mustahil Bagi Allah, Allah Membuat yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin
Kepala Dinas Sosial Kab Kuningan Toto Toharudin mengatakan, potensi bencana di Kuningan itu cukup tinggi. Daerah perbukitan gunung-gunung itu bagian tak terpisahkan dari rawan bencananya cukup tinggi. Penyuluhan, penguatan, dan mitigasi bencana sangat diperlukan agar masyarakat Kuningan terbiasa ketika ada hal yang tidak diinginkan, tidak panik, tidak geber, tapi mereka melakukan langkah-langkah strategis.
Wabup Tuti kami menegaskan bahwa Apel Pengukuhan KSB dan simulasi bencana ini diharapkan dapat membangun sinergi, sinergitas antara pemerintah, para relawan tagana, elemen masyarakat, dan stakeholder lainnya, sehingga dalam penanganan bencana menjadi kewajiban bersama
Amih Tuti berpesan kepada para peserta pelatihan, Selama dua hari belajar dan dilatih mengenai kebencanaan, diharapkan dapat menyampaikan ilmunya kepada masyarakat lainnya, sehingga apabila terjadi bencana semuanya bisa saling bekerjasama
