LIPUTAN KUNINGAN-Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menjadi Pembina Apel Pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Uji Simulasi Bencana di Desa Paninggaran Kecamatan Darma, Kamis (10/07/2025)
Turut hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, kepala dinas sosial Kuningan, Kalak BPBD Kuningan, TNI Polri, Forkompimcam serta para stakeholder terkait.
Hasatama Hikmah selaku ketua Pokja kesiap siagaan mitigasi menyampaikan kampung siaga bencana atau penanggulangan bencana ini adalah wajah, Baik itu wajah di tingkatan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota. ini tidak hanya sebatas pada program semata tetapi juga sebuah gerakan bersama. seluruh elemen dari tingkatan pemerintah ataupun di luar pemerintah dan swasta.
- Jadwal Pemadaman Listrik di Wilayah Kuningan Rabu 3 Juni 2026 Ada di Dua Kecamatan
- Nano Starter, Pesik Menang lagi, Hasilnya Kokoh di Puncak Klasemen Grup A Liga 4 Piala Presiden 2026
- Lebaran Usai, Harga Daging di Pasar Kepuh Kuningan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya
- Bupati Kuningan Selasa2 Juni 2026 Bakal Menghadiri Satu Acara, Wabup Kuningan Dua
- Bupati Kuningan Senin 1 Juni 2026 Menghadiri Dua Acara, Salah Satunya Undangan dan Membuka Turnamen Bola Voli Putra Gala Desa KT Bangkit Bersatu Cup
Kepala Dinas Sosial Kab Kuningan Toto Toharudin mengatakan, potensi bencana di Kuningan itu cukup tinggi. Daerah perbukitan gunung-gunung itu bagian tak terpisahkan dari rawan bencananya cukup tinggi. Penyuluhan, penguatan, dan mitigasi bencana sangat diperlukan agar masyarakat Kuningan terbiasa ketika ada hal yang tidak diinginkan, tidak panik, tidak geber, tapi mereka melakukan langkah-langkah strategis.
Wabup Tuti kami menegaskan bahwa Apel Pengukuhan KSB dan simulasi bencana ini diharapkan dapat membangun sinergi, sinergitas antara pemerintah, para relawan tagana, elemen masyarakat, dan stakeholder lainnya, sehingga dalam penanganan bencana menjadi kewajiban bersama
Amih Tuti berpesan kepada para peserta pelatihan, Selama dua hari belajar dan dilatih mengenai kebencanaan, diharapkan dapat menyampaikan ilmunya kepada masyarakat lainnya, sehingga apabila terjadi bencana semuanya bisa saling bekerjasama
