Info Insiden Terbaru

4 Petugas Damkar Kuningan Berhasil Tangani Botol yang Nyangkut di Kelamin Pria

LIPUTAN KUNINGAN-Kejadian nyeleneh kembali terjadi di Kabupaten Kuningan, dimana sebelumnya cincin dimasukan ke alat kelamin pria, kali ini lebih heboh lagi yakni botol yang dimasukin.

Kejadian ini menimpa AR pada Minggu (28/6/2026). Pria yang sudah mempunyai istri itu tidak diketahui pasti bagaimana ia  memasukan botol ke alat kelaminnnya. Namun, yang sang istri curiga ketika sang suami merintih kesakitan.

Bukan hanya itu saja, ia pun memilih tidur. Setelah didesak oleh sang istri ia mengaku bahwa kelaminnya masuk ke dalam botol dan mengalami bengkak. Akibat insiden itu penis korban tidak bisa dicabut.

Melihat insiden itu, sang istri panik dan langsung bergerak cepat membawanya ke rumah sakit. Namun, sayang pihak rumah sakit tidak bisa menangani dengan alasan tidak mempunyai alat untuk membuka botol.

Sementara itu, pihak rumah sakit sendiri langsung menghubungi pihak Damkar Kuningan. Dengan mengirimkan 4 petugas akhirnya ditangani. Dengan hanya memerlukan waktu 17 menit botol bisa melepas.

Menurut Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah SE,  proses penanganan sendiri berlangsung selama 20 menit  atau dari pukul 21.10 dan kelar pukul 21.30 WIB. Korban sendiri tidak merasakan sakit lagi pasca botol dilepas.

“Alhamdulillah lancar. Apabila masyarakat butuh bantuan kami bisa menghubungi di nomor 0232 871113,” ujar Andri. 

Sekadar informasi kasus seperti ini pernah terjadi. Pada waktu itu yang dimasukin adalah cincin. Berikut beritanya.

Ada-ada saja  aksi nyeleneh pemuda berinisial A asal Kuningan Timur, terinspirasi dari sebuah informasi dari internet ia nekat memasangkan cincin di alat kelaminnya.

Ternyata aksi konyol itu berbuah petaka karena cincin tidak bisa dikeluarkan dari batang penis. Sontak membuat pemuda itu shock dan ia panik karena meski sudah berusaha cincin tidak bisa lepas.

Bukan sehari ia mencoba melepaskan tapi tiga hari berjuang melepaskan cincin. Karena takut mengancam nyawanya ia pun pada Sabtu (11/4/2026) malam mendatangi rumah sakit dan ternyata oleh pihak rumah sakit diarahkan untuk dibawa ke UPT Damkar Kuningan.

Dengan rasa malu bercampur takut ia pun pada pukul 23.00 WIB langsung datang ke Mako Damkar, meski awalnya pihak Damkar sedikit keheranan karena kasus ini kali pertama, akhirnya  5 petugas piket Damkar Kuningan berjuang keras melepaskan cincin dari “barang pusaka” milik A.

Dengan pengalaman yang dimiliki oleh petugas akhirnya 20 menit kemudian cincin bisa lepas. Lamanya waktu yang dibutuhkan  karena ada hambatan di mana cincin tersangkut di bagian pangkal kemaluan sehingga petugas mengalami kesulitan saat proses pemotongan cincin.

Korban sendiri terlihat lega dan sumringah ketika petugas berhasil melepaskan cincin. Insiden ini baru pertama kali terjadi. Selama ini kejadian pelepasan cincin kebanyakan dari tangan atau kaki. 

“Alhamdulilllah lancar dan butuh waktu 20 menit, biasanya hanya lima menit, karena ada kendala jadi petugas piket harus hati-hati,” ujar Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusuma, Minggu (12/4/2026).

Andri menyebutkan, insiden ini harus menjadi perhatian semua pihak. Jangan sampai masyarakat melakukan hal-hal diluar nalar tanpa instruksi dari pihak profesional atau ahli bidangnya. Sebab, aksi seperti ini bisa mengancam nyawa.

“Kalau tidak segera dilakukan pemotongan cincin tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan infeksi atau luka yang serius,” tandasnya. 

Terpisah, korban yang berinisial A mengucapkan terima kasih kepada petugas atas bantuannya, karena kini ia selamat. Ide pemasangan cincin berlangsung spontan setelah melihat dari internet.

“Sekali lagi terima kasih kepada petugas atas bantuannya, semoga Allah membalas segala kebaikannya,” ujarnya.(red/azam/dhn/foto damkar kuningan) 

Related posts

Dorong Dosen Peroleh Pendanaan Riset Nasional, LPPM Uniku Gelar Workshop

Redaksi

Mutiara Pagi Kamis 6 November 2025, Agama Suami Adalah Cerminan Bagi Istri

Redaksi

Ini Jadwal Mobil SIM Keliling Kuningan Selasa 17 Maret 2026

Redaksi

Leave a Comment