LIPUTAN KUNINGAN-Tiap PNS/ASN tentu memimpikan mempunyai karir yang cemerlang. Begitu juga dengan para abdi negara yang ada di Lingkup Pemkab Kuningan. Kamis (30/5/2026) bertempat di Cadas Poleng Desa Cisantana Kecamatan Cigugur empat pejabat eselon II dilantik oleh Bupati Kuningan.
Mereka yang dilantik menjadi Pejabat Pimpian Tinggi Pratama Kuningan yakni Tatiek Ratna Mustika, S.Sos., M.T. sebagai Kepala Dinas Sosial. Lalu, Aries Susandi, S.T., M.Si. sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan,
Selanjutnya, Rangga Apriatna, S.STP., M.AP sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan terakhir H. Apip Ropi’i, Ners., S.Sos., S.KM., M.M.Kes. sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Meski tidak menunjukkan kegembiraan yang berlebihan tentu mereka sangat bahagia, karena apa yang diimpakan bisa terwujud. Tidak semua PNS bisa menjadi pejabat terlebih untuk jebatan eselon II.
Pelantikan sendiri dilakukan oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Pelantikan berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 562 Tahun 2026.
Selain itu, dilakukan pula pengangkatan pejabat administrator dan pengawas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri, yakni Didi Ahyana, S.Sos. sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan. Lalu, Agha Adhinugraha, S.Sos., M.Si serta sebagai Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan,
Sementara Denni Abdurahim, S.E. sebagai Kepala Subbagian Keuangan. Dalam arahannya, Bupati Dian menyampaikan bahwa jabatan bukanlah bentuk penghargaan, melainkan amanah yang menuntut kerja keras dan kesungguhan.
Ia sengaja memilih Cadas Poleng sebagai lokasi pelantikan, sebagai simbol titik awal pendakian menuju puncak Gunung Ciremai. Filosofi ini, menurutnya, menggambarkan perjalanan para pejabat yang baru dilantik—bahwa tantangan ke depan akan semakin terjal dan kompleks.
“Semakin tinggi posisi, semakin besar tantangan. Terpaan akan semakin kuat. Maka ketika kita merasa goyah, jangan berpegang pada jabatan, tetapi berpeganglah pada aturan,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa birokrasi saat ini dituntut bergerak cepat, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan tidak lagi sebatas program dan aturan, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.
Dalam konteks tersebut, ia mendorong seluruh pejabat untuk menghadirkan inovasi dan terobosan, meninggalkan pola kerja lama yang stagnan, serta berani mengambil langkah baru yang berdampak positif.
Tak hanya itu, kinerja para pejabat juga akan dievaluasi secara berkala dengan indikator yang terukur. Disiplin, konsistensi, dan capaian nyata menjadi tolok ukur utama dalam menjalankan amanah jabatan.
Bupati juga menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya didengar melalui kata-kata, tetapi diteladani melalui sikap dan tindakan.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja dengan hati yang bersih, pikiran terbuka, serta semangat pengabdian yang tinggi.
“Jejak seorang pejabat tidak ditentukan oleh jabatannya, tetapi oleh karya dan manfaat yang ditinggalkan. Pengabdian itulah yang akan dikenang oleh masyarakat,” pungkasnya.(RED)
